4 Aspek Utama Tumbuh Kembang Balita yang Harus Selalu Anda Pantau

Tumbuh kembang anak usia balita selalu ada kaitannya dengan kesehatan dan kecerdasan anak tersebut. Semakin optimal tumbuh kembangnya, maka si kecil makin sehat dan memiliki kecerdasan seperti anak-anak lain pada umumnya. Sebagai orang tua, ada beberapa aspek utama yang harus Anda pantau terkait tumbuh kembangnya, yaitu sebagai berikut.

  1. Pertumbuhan Fisik

Pertumbuhan fisik seseorang bukan hanya bisa dilihat dri pertambahan panjang atau tingginya, tapi faktor berat badannya juga. Untuk melihat apakah balita Anda tumbuh normal, coba bandingkan dengan indikator tinggi dan berat normal anak-anak yang pernah dipaparkan oleh staf Kementerian Kesehatan melalui posyandu, puskesmas, dan lainnya.

Ada pendapat tentang turut andilnya fakor keturunan terhadap pertumbuhan fisik seorang anak. Meski demikian, hal ini tergantung pada asupan gizi dan gaya hidup yang diarahkan orang tua kepada anaknya. Jadi, bagi Anda yang sejak lahir memiliki tubuh kurus dan agak pendek, tidak menutup kemungkinan untuk memiliki anak bertubuh tinggi dan agak gemuk.

  1. Perkembangan Kognitif

Tumbuh kembang anak usia balita juga ditandai dengan kemmampuan atau kecerdasan kognitif-nya yang berjalan normal. Salah satu contohnya adalah kecerdasan motorik halus dan kasar yang bisa dilihat dari aktivitas si kecil. Apakah si kecil memiliki daya pikir yang baik sehingga mampu membuat keputusan yang tepat dalam waktu singkat?

Jika iya, hal ini menandakan kecerdasannya yang berkembang dengan pesat. Perkembangan aspek kognitif ini bisa Anda lihat dengan jelas saat si kecil melakukan permainan yang membutuhkan konsentrasi atau fokus tinggi serta daya nalar atau pemikiran yang mendalam, contohnya menyusun puzzle dan lego.

  1. Perkembangan Verbal

Pada tahun pertama usianya, si kecil memang peniru yang handal. Tapi, seiring bertambahnya usia, si kecil memiliki kemampuan mengingat yang lebih baik sehingga secara otomatis, perbendaharaan kata yang bisa di simpan dalam memorinya pun semakin banyak.

Kata-kata ini akan diucapkannya pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan kondisi psikisnya. Misal, saat anak menangis, merajuk, atau bahagia. Menginjak usia 5 tahun, maka ‘bank kata’ yang disimpannya tersebut akan diucapkannya secara sadar dan lama-kelamaan si kecil memahami artinya sehingga tahu kapan waktu yang tepat untuk mengucapkannya.

  1. Perkembangan Sosio-Emosional/Psikososial

Sebahagia dan seceria apapun si kecil saat bermain di dalam rumah, Anda tetap perlu membawanya bersosialisasi dengan anak-anak lain seusianya. Ajak anak Anda untuk berkenalan dan bermain dengan anak lain.

Bisa juga dengan memasukkannya ke PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau Kober (Kelompok Bermain). Dengan demikian, anak Anda bisa belajar banyak hal, seperti bagaimana harus berbagi mainan, bekerjasama dalam suatu permainaan, sampai cara berteman dengan anak lain.

Alasan penting terkait perlu dipantaunya keempat aspek utama tumbuh kembang anak usia balita tersebut adalah tumbuh kembang si kecil yang sedang berada pada periode emasnya (golden age). Sedikit saja terjadi kesalahan akibat kelalaian Anda, misal (sakit keras, alergi, dan sebagainya), maka kemungkinan terhambatnya tumbuh kembang si kecil semakin besar.